Sabtu, 10 Oktober 2009
di
00.31
|
Paradigma pendidikan multikulturalisme sangat bermanfaat untuk membangun kohesifitas, soliditas dan intimitas di antara keragamannya etnik, ras, agama, budaya dan kebutuhan di antara kita. Paparan di atas juga memberi dorongan dan spirit bagi lembaga pendidikan nasional untuk mau menanamkan sikap kepada peserta didik untuk menghargai orang, budaya, agama, dan keyakinan lain. Harapannya, dengan implementasi pendidikan yang berwawasan multikultural, akan membantu siswa mengerti, menerima dan menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya dan nilai kepribadian. Lewat penanaman semangat multikulturalisme di sekolah-sekolah, akan menjadi medium pelatihan dan penyadaran bagi generasi muda untuk menerima perbedaan budaya, agama, ras, etnis dan kebutuhan di antara sesama dan mau hidup bersama secara damai. Agar proses ini berjalan sesuai harapan, maka seyogyanya kita mau menerima jika pendidikan multikultural disosialisasikan dan didiseminasikan melalui lembaga pendidikan, serta, jika mungkin, ditetapkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di berbagai jenjang baik di lembaga pendidikan pemerintah maupun swasta. Apalagi, paradigma multikultural secara implisit juga menjadi salah satu concern dari Pasal 4 UU N0. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal itu dijelaskan, bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis, tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.
Pada konteks ini dapat dikatakan, tujuan utama dari pendidikan multikultural adalah untuk menanamkan sikap simpati, respek, apresiasi, dan empati terhadap penganut agama dan budaya yang berbeda. Lebih jauh lagi, penganut agama dan budaya yang berbeda dapat belajar untuk melawan atau setidaknya tidak setuju dengan ketidak-toleranan (l’intorelable) seperti inkuisisi (pengadilan negara atas sah-tidaknya teologi atau ideologi), perang agama, diskriminasi, dan hegemoni budaya di tengah kultur monolitik dan uniformitas global.
Dalam sejarahnya, pendidikan multikultural sebagai sebuah konsep atau pemikiran tidak muncul dalam ruangan kosong, namun ada interes politik, sosial, ekonomi dan intelektual yang mendorong kemunculannya. Wacana pendidikan multikultural pada awalnya sangat bias Amerika karena punya akar sejarah dengan gerakan hak asasi manusia (HAM) dari berbagai kelompok yang tertindas di negeri tersebut. Banyak lacakan sejarah atau asal-usul pendidikan multikultural yang merujuk pada gerakan sosial Orang Amerika keturunan Afrika dan kelompok kulit berwarna lain yang mengalami praktik diskrinunasi di lembaga-lembaga publik pada masa perjuangan hak asasi pada tahun 1960-an. Di antara lembaga yang secara khusus disorot karena bermusuhan dengan ide persamaan ras pada saat itu adalah lembaga pendidikan. Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, suara-suara yang menuntut lembaga-lembaga pendidikan agar konsisten dalam menerima dan menghargai perbedaan semakin kencang, yang dikumandangkan oleh para aktivis, para tokoh dan orang tua. Mereka menuntut adanya persamaan kesempatan di bidang pekerjaan dan pendidikan. Momentum inilah yang dianggap sebagai awal mula dari konseptualisasi pendidikan multikultural.
Tahun 1980-an agaknya yang dianggap sebagai kemunculan lembaga sekolah yang berlandaskan pendidikan multikultural yang didirikan oleh para peneliti dan aktivis pendidikan progresif. James Bank adalah salah seorang pioner dari pendidikan multikultural. Dia yang membumikan konsep pendidikan multikultural menjadi ide persamaan pendidikan. Pada pertengahan dan akhir 1980-an, muncul kelompok sarjana, di antaranya Carl Grant, Christine Sleeter, Geneva Gay dan Sonia Nieto yang memberikan wawasan lebih luas soal pendidikan multikultural, memperdalam kerangka kerja yang membumikan ide persamaan pendidikan dan menghubungkannya dengan transformasi dan perubahan sosial.
Didorong oleh tuntutan warga Amerika keturunan Afrika, Latin/Hispanic, warga pribumi dan kelompok marjinal lain terhadap persamaan kesempatan pendidikan serta didorong oleh usaha komunitas pendidikan profesional untuk memberikan solusi terhadap masalah pertentangan ras dan rendahnya prestasi kaum minoritas di sekolah menjadikan pendidikan multikultural sebagai slogan yang sangat populer pada tahun 1990-an. Selama dua dekade konsep pendidikan multikultural menjadi slogan yang sangat populer di sekolah-sekolah AS. Secara umum, konsep ini diterima sebagai strategi penting dalam mengembangkan toleransi dan sensitivitas terhadap sejarah dan budaya dari kelompok etnis yang beraneka macam di negara ini.
Ide pendidikan multikulturalisme akhirnya menjadi komitmen global sebagaimana direkomendasi UNESCO pada bulan Oktober 1994 di Jenewa. Rekomendasi itu di antaranya memuat empat pesan. Pertama, pendidikan hendaknya mengembangkan kemampuan untuk mengakui dan menerima nilai-nilai yang ada dalam kebhinnekaan pribadi, jenis kelamin, masyarakat dan budaya serta mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi, berbagi dan bekerja sama dengan yang lain. Kedua, pendidikan hendaknya meneguhkan jati diri dan mendorong konvergensi gagasan dan penyelesaian-penyelesaian yang memperkokoh perdamaian, persaudaraan dan solidaritas antara pribadi dan masyarakat. Ketiga, pendidikan hendaknya meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai dan tanpa kekerasan. Karena itu, pendidikan hendaknya juga meningkatkan pengembangan kedamaian dalam diri diri pikiran peserta didik sehingga dengan demikian mereka mampu membangun secara lebih kokoh kualitas toleransi, kesabaran, kemauan untuk berbagi dan memelihara.
Konsep pendidikan multikultural dalam perjalanannya menyebar luas ke kawasan di luar AS, khususnya di negara-negara yang memiliki keragaman etnis, ras, agama dan budaya seperti Indonesia. Sekarang ini, pendidikan multikultural secara umum mencakup ide pluralisme budaya. Tema umum yang dibahas meliputi pemahaman budaya, penghargaan budaya dari kelompok yang beragam dan persiapan untuk hidup dalam masyarakat pluralistik.
Pada konteks Indonesia, perbincangan tentang konsep pendidikan multikultural semakin memperoleh momentum pasca runtuhnya rezim otoriter-militeristik Orde Baru karena hempasan badai reformasi. Era reformasi ternyata tidak hanya membawa berkah bagi bangsa kita namun juga memberi peluang meningkatnya kecenderungan primordialisme. Untuk itu, dirasakan kita perlu menerapkan paradigma pendidikan multikultur untuk menangkal semangat primordialisme tersebut.
Secara generik, pendidikan multikultural memang sebuah konsep yang dibuat dengan tujuan untuk menciptakan persamaan peluang pendidikan bagi semua siswa yang berbeda-beda ras, etnis, kelas sosial dan kelompok budaya. Salah satu tujuan penting dari konsep pendidikan multikultural adalah untuk membantu semua siswa agar memperoleh pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diperlukan dalam menjalankan peran-peran seefektif mungkin pada masyarakat demokrasi-pluralistik serta diperlukan untuk berinteraksi, negosiasi, dan komunikasi dengan warga dari kelompok beragam agar tercipta sebuah tatanan masyarakat bermoral yang berjalan untuk kebaikan bersama.
Dalam implementasinya, paradigma pendidikan multikultural dituntut untuk berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini:
* Pendidikan multikultural harus menawarkan beragam kurikulum yang merepresentasikan pandangan dan perspektif banyak orang. * Pendidikan multikultural harus didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada penafsiran tunggal terhadap kebenaran sejarah. * Kurikulum dicapai sesuai dengan penekanan analisis komparatif dengan sudut pandang kebudayaan yang berbeda-beda. * Pendidikan multikultural harus mendukung prinsip-prinisip pokok dalam memberantas pandangan klise tentang ras, budaya dan agama.
Pendidikan multikultural mencerminkan keseimbangan antara pemahaman persamaan dan perbedaan budaya mendorong individu untuk mempertahankan dan memperluas wawasan budaya dan kebudayaan mereka sendiri.
Beberapa aspek yang menjadi kunci dalam melaksanakan pendidikan multikultural dalam struktur sekolah adalah tidak adanya kebijakan yang menghambat toleransi, termasuk tidak adanya penghinaan terhadap ras, etnis dan jenis kelamin. Juga, harus menumbuhkan kepekaan terhadap perbedaan budaya, di antaranya mencakup pakaian, musik dan makanan kesukaan. Selain itu, juga memberikan kebebasan bagi anak dalam merayakan hari-hari besar umat beragama serta memperkokoh sikap anak agar merasa butuh terlibat dalam pengambilan keputusan secara demokratis.
Diposting oleh
Moh. Jazuli
Nenek moyang dari musik jazz, yaitu urban musik, berasal dari daerah pedesaan di selatan layaknya jalanan di kota-kota Amerika. Hal ini merupakan hasil dari dua tradisi musikal yang nyata, yaitu Afrika Barat dan Eropa. Afrika Barat memberikan pengaruh dalam jazz berupa ritme yang terus menerus, pergerakan, dan permainan emosi yang sangat menyokong jazz dengan baik. Sedangkan bumbu-bumbu Eropa lebih mempengaruhi dalam hal kualitas musikal menyinggung harmoni dan melodi. Gabungan dari kedua tradisi ini menghasilkan suatu musik yang bermain dalam suatu meteran dan me-reinterpretasi-kan penggunaan nada-nada dalam kombinasi baru, menciptakan nada-nada biru yang mengekspresikan perasaan, baik sedih maupun ceria. Teriakan peladang/budak dikombinasikan dengan bunyi-bunyi style musisi New Orleans, menghasilkan suatu jenis musik baru. Musik Gospel dari gereja melumer dengan yang dikenal pada abad 20 sebagai “blues” , menawarkan bumbu vokal yang diterjemahkan dengan baik ke dalam instrumen. Marching Bands, yang dimainkan tidak hanya oleh orang-orang kulit putih tapi juga orang kulit hitam, memperkenalkan instrumen-instrumen yang sebaliknya telah menjaga suatu ekspresi dari tradisi musik klasik. Drum dan alat musik petik berkombinasi dengan terompet, trombon, tuba, dan saxophone. Musik dari Afrika Barat dan musik yang diciptakan oleh para budak diterjemahkan dengan metode berbeda oleh pengaruh Karibia dan alunan Latin. Dan apa yang akhirnya menjadi lagu populer adalah disertai unsur Gospel, Blues, dan Field Hollers (teriakan peladang), menambah suatu tekstur yang kaya terhadap musik yang dunia tidak pernah mendengarnya sebelumnya. Dunia musik Amerika, menjadi matang dengan transformasi tersebut yang akan menjadi musik jazz. Pada akhirnya, ragtime memasuki pergerakan ini mendekati akhir abad 19, dan sisanya, layaknya mereka katakan, telah menjadi sejarah.
Diposting oleh
Moh. Jazuli
ERA POLIFONI (1200-1650)
Era Polifoni identik dengan penggunaan kontrapung. Kontrapung secara sederhana dapat diartikan sebagai dua atau lebih melodi yang independen, namun tetap harmoni jika dimainkan secara bersamaan –meski independensinya masih terasa-. Gaya polifoni ini awalnya lebih sering digunakan untuk karya-karya koral yang tidak diiringi instrumen (a capella).
Periode Gothik (1200-1550):
Periode ini merupakan awal mula bentuk dan teknik polifoni dikembangkan. Musik jaman itu disebut juga Ars Antiqua (Ancient Art – Musik Purba).
Ars Nova (Abad ke-14):
Pada era ini, teknik dan ritmik baru menjadikan ekspresi musik polifoni menjadi lebih berkembang. Periode Ars Nova atau New Art ini juga menjadi landasan yang kuat bagi terbentuknya berbagai sekolah, aliran dan mazhab musik polifoni di periode-periode berikutnya.
Awal Mula Sekolah Polifoni (Abad ke-15 dan 16):
Sekolah polifoni awalnya berdiri di Belanda (Abad ke-15) dengan tokohnya yaitu Dufay (1400-1474), Josquin de Pres (c. 1445-1521) dan Orlando di Lasso. Setelah itu muncul hampir bersamaan di Venezia dan Roma pada abad ke-16. Venezia terkenal dengan Willaert (c. 1488-1562) dan Giovanni Gabrieli (c. 1557- c. 1612), sedangkan Roma dengan Palestrina (c. 1525-1592) dan Victoria (c-1557-1612). Adapun di abad ke-16 tersebut, sekolah polifoni tidak selalu berkaitan dengan musik-musik religius, melainkan ada juga yang sekuler, dengan tokoh-tokoh seperti Monteverdi (1567-1643), Byrd (1543-1623), Morley (1557-1603), dan Gibbons (1583-1625).
Periode Barok (Abad ke-17 dan Awal Abad ke-18):
Pada periode ini, kontrapung lebih berkembang, dramatis, dan sering dikombinasikan dengan bentuk-bentuk seperti aria, duet, dan kuartet. Musik koral sudah mulai diiringi oleh instrumen dan tidak selalu dalam bentuk a capella. Bentuk-bentuk musik gereja dikembangkan, seperti oratorio, passion, dan cantata. Tokoh-tokohnya antara lain: Carissimi (1605-1674), Schutz (1585-1672), J.S. Bach (1685-1750) dan Handel (1685-1759).
ERA HOMOFONI (ABAD KE-17)
Era Homofoni secara sederhana dapat diartikan sebagai periode dimana musik dengan melodi tunggal disertai iringan menjadi populer. Ini melahirkan musik-musik semacam opera dan art-song. Instrumen-instrumen seperti organ, clavier, dan violin juga muncul pada era ini. Berikut akan disebutkan komposer-komposer berdasarkan instrumen atau jenis musik yang sering digubah untuk karya-karyanya.
Opera : Monteverdi (1567-1643), Lully (1632-1687), Purcell (1659-1695) Organ : Sweelinck (1562-1621), Frescobaldi (1583-1643), Buxtehude (1637-1707), Froberger (1616-1667), J.S. Bach (1685-1750) Clavier : Couperin le Grand (1668-1733), J.S. Bach (1685-1750), Domenico Scarlatti (1685-1757), Handel (1685-1759) Violin : Corelli (1653-1713), Vivaldi (1678-1757), Tartini (1692-1770), J.S. Bach (1685-1750) Art Song : Purcell (1659-1695), J.S. Bach (1685-1750)
PERIODE KLASIK (ABAD KE-18 DAN AWAL ABAD KE-19)
Pada periode ini, musik instrumental yang homofonik mendominasi, mengalahkan musik koral dan polifoni. Berbagai bentuk berkembang dan mengkristal, seperti sonata, concerto, dan overture. Ada juga kelompok-kelompok musik seperti string quartet dan simfoni orkestra berkembang di era ini. Komposer-komposer yang terkenal dengan musik instrumentalnya pada periode ini antara lain, K. P. E. Bach (1714-1788), Boccherini (1743-1805), Johann Stamitz (1717-1757), Mozart (1756-1791), Haydn (1732-1809), dan Beethoven (1770-1827). Sedangkan untuk musik opera, yang terkenal antara lain Rameau (1683-1762), Gluck (1714-1787), dan Pergolesi (1710-1736).
PERIODE ROMANTIK (ABAD KE-19)
Periode Romantik memberi penekanan pada emosi dan berbagai perasaan subjektif sang komposer. Melodi dikembangkan; harmoni mejadi lebih ekspresif; ritmik menjadi variatif; dan instrumentasi menjadi lebih kaya dan brilian, seiring dengan para komposer berpikir banyak hal tentang artikulasi nada dan bunyi. Bentuk-bentuk lama peninggalan Periode Klasik seperti simfoni, sonata, concerto, dsb, menjadi lebih fleksibel. Di sisi lain, berbagai bentuk baru juga lahir, seperti karya kecil untuk piano dan violin; serta media orkestra baru seperti konser overture dan puisi simfoni. Ciri lain dari Periode Romantik adalah mulai bermunculannya artis konser dan resitalis, serta penggunaan lebih banyak nada-nada kromatik. Berikut akan disebutkan komposer-komposer berdasarkan instrumen atau jenis musik yang sering digubah untuk karya-karyanya:
Musik Instrumental : Beethoven (1770-1827), Berlioz (1803-1869), Schubert (1797-1828), Schumann (1810-1856), Mendelssohn (1809-1847), Chopin (1810-1849), Paganini (1782-1840), Liszt (1811-1886), Lalo (1823-1892), Brahms (1833-1897), Chausson (1855-1899), Vieuxtemps (1820-1881), Wieniawski (1835-1880), Sarasate (1844-1908), Bruch (1838-1920), K. Goldmark (1830-1915), Franck (1820-1890) Art Song : Schubert (1797-1828), Schumann (1810-1856), Brahms (1833-1897), Franck (1822-1890), Faure (1845-1924), Richard Strauss (1864-1949), Hugo Wolf (1860-1903) Opera : Weber (1786-1826), Cherubini (1760-1842), Donizetti (1797-1848), Bellini (1801-1835), Rossini (1792-1868), Verdi (1813-1901), Bizet (1838-1875), Gounod (1818-1893), Massenet (1842-1912), Thomas (1811-1896), Offenbach (1819-1880), Ponchielli (1834-1886), Mayerbeer (1791-1864), Halevy (1791-1864), Wagner (1813-1883), Humperdinck (1854-1921)
Periode Romantik juga terbagi pada beberapa aliran, berikut komposer beserta alirannya.
Realisme dan Naturalisme
Paham yang menyatakan bahwa musik sebaiknya dibuat sedemikian rupa agar dapat diinterpretasi secara lebih realistik. Tokoh-tokohnya antara lain: Mussorgsky (1839-1881), Charpentier (1860- ), Leoncavallo (1863-1919), Mascagni (1863-1945), Puccini (1858-1924)
Neo-Romantisisme
Paham ini ditularkan salah satunya oleh Richard Wagner. Neo-Romantisisme menekankan penggunaan instrumen orkestra yang lebih besar dan megah. Aspek-aspek mistik dan filosofis mulai dipergunakan. Ini kebalikan dari realisme dan naturalisme. Tokoh-tokohnya antara lain: Bruckner (1824-1896), Mahler (1860-1911), Scriabin (1872-1915), Richard Strauss (1864-1949).
Nasionalisme
Paham yang menekankan penggunaan lagu-lagu atau tarian daerah sebagai pijakan untuk membuat karya yang merepresentasi kebudayaan, sejarah atau latar belakang sebuah negara. Tokoh-tokohnya yakni: Glinka (1804-1857), ”The Russian Five”: Balakirev (1837-1910); Borodin (1833-1887); Cui (1835-1918); Mussorgsky (1839-1881); Rimsky Korsakov (1844-1908), Tchaikovsky (1840-1893), Grieg (1843-1907), Dvorak (1841-1904), Smetana (1824-1884), Albeniz (1860-1909).
Dalam periode Modern, terjadi semacam reaksi atas gaya Romantik dan Neo-Romantik. Reaksi tersebut tak lain merupakan respon atas struktur musikalnya, emosi yang berlebihannya, serta filosofinya. Periode modern merupakan kombinasi antara respon atas kritik tersebut, dengan berbagai ekplorasi serta eksperimen baru dalam hal gaya, teknik, dan idiom. Meski demikian, dalam tradisi Modern, terdapat beberapa gaya yang mengusung kembali ide Romantik, dan adapun yang jauh kembali ke era Klasik.
Impresionisme : Aliran yang tidak menekankan pada subjek dari karya musik, melainkan pada emosi dan sensasi yang dihasilkan oleh subjek. Nuansa, mood, atmosfir, cahaya, dan warna, mendapat tempat lebih ketimbang bentuk dan substansi. Komposer : Debussy (1862-1918), Ravel (1875-1937), Delius (1862-1934)
Ekspresionisme : Ekspresionis menghindari nada utama dari tonal, atau dalam arti kata lain, kaum tersebut memilih bentuk-bentuk atonal. Salah satu teknik terpenting para ekspresionis adalah twelve-tone system. Komposer : Schoenberg (1874-1951), Berg (1885-1935)
Neo-Klasik : Kembali ke bentuk-bentuk klasik beserta tekniknya, namun dengan kombinasi-kombinasi baru. Komposer : Stravinsky (1882-1971), Hindemith (1895-1963), Respighi (1879-1936), Roussel (1869-1937)
Dinamisme : Penekanan terletak pada ritmik-ritmik primitif dan kekuatan dinamikanya, namun dalam bentuk yang lebih rumit. Komposer : Stravinsky (1882-1971), Prokovief (1891-1953)
Nasionalisme : Aliran yang menggubah karya untuk kepentingan negara serta patriotisme. Biasanya karya-karyanya diinspirasi oleh tradisi lokal setempat. Komposer berdasarkan negara : Armenia (Khatchaturian [1903-1978]), Bohemia (Martinu [1890-1959]), Brasil (Villa-Lobos [1887-1959]), Inggris (Vaughan-Williams [1872-1958]), Finlandia (Sibelius [1865-1957]), Hungaria (Bartok [1881-1945]), Kodaly [1882-1967]), Meksiko (Chavez [1899-1978]), Moravia (Janacek [1854-1928]), Polandia (Szymanowski [1883-1937]), Rumania (Enesco [1881-1955]), Spanyol (Falla [1876-1946], Turina [1882-1949]), AS (Ives [1874-1954]), Copland [1900-1990])
Popularisme : Akar tradisi biasanya masih diusung dalam komposisi-komposisinya, namun digabung dengan musik-musik populer negara setempat. Kepentingannya pun bukan untuk nasionalisme. Komposer : Villa Lobos (1887-1959), Gershwin (1898-1937)
Musik Proletar : Aliran yang menulis karya untuk kepentingan masal, dan sangat dipengaruhi oleh ideologi Sosialis. Berkembang pesat di wilayah Uni Soviet. Komposer : Shostakovich (1906-1975), Prokofiev (1891-1953), Kabalevsky (1904-1987), Maskovsky (1881-1950)
Neo-Barok : Aliran yang mengusung kembali gaya kontrapung abad ke-16 dan 17. Komposer : Hindemith (1895-1963)
Neo-Mistisisme : Aliran yang mengombinasikan filosofi dan mistisisme dari era Romantik serta karakter Wagnerian. Komposer : Scriabin (1872-1915).
Romantisisme : Aliran yang mengembalikan komposisi-komposinya pada semangat dan filosofi era Romantik. Komposer : Saint Saens (1835-1921), Glazunov (1865-1936), Rachmaninoff (1878-1943).
Sejarah Violin
Violin yang memiliki penalaan E-A-D-G termasuk dalam “keluarga instrumen gesek” beserta viola, cello, dan double bass. Violin memiliki ukuran yang paling kecil diantara anggota keluarganya yang lain, namun mampu menghasilkan nada yang paling tinggi. Karya-karya yang dikomposisi untuk violin selalu ditulis dalam G clef (treble clef). Pemain violin populer dengan sebutan violinis.
1. Sejarah Singkat
Violin pertama muncul ke permukaan di Italia bagian utara pada awal abad ke-16. Violin diduga mengadopsi tiga macam instrumen: rebec, yang digunakan sejak abad ke-10 (diadopsi dari rebab [Arab]), Renaissance fiddle , dan lira da braccio. Deskripsi cukup detil dari violin beserta penalaannya diperkenalkan pertama kali oleh Jambe de Fer di Lyons pada tahun 1556. Sejak saat itu, violin mulai dikenal di seantero Eropa. Violin yang bentuknya dikenal hingga sekarang diciptakan pertama kali oleh Andrea Amati di pertengahan abad ke-16 atas permintaan keluarga Medici . Keluarga tersebut meminta Amati untuk menciptakan instrumen yang mampu dimainkan oleh musisi jalanan, namun berkualitas setara dengan lute , instrumen yang populer di kalangan bangsawan kala itu. Amati, yang pada zamannya dikenal sebagai luthier (pembuat lute) yang mahir, memutuskan untuk menciptakan instrumen yang mampu menghasilkan suara yang lebih indah dari alat musik manapun pada zaman tersebut. Hasilnya, violin menjadi sangat populer. Dari awalnya ditujukan bagi musisi jalanan, menjadi instrumen yang juga diminati kalangan bangsawan. Fakta tersebut diketahui ketika Raja Prancis, Charles IX meminta Amati untuk membuat violin dengan jumlah yang cukup untuk membangun sebuah orkestra. Busur (bow) modern untuk violin disempurnakan oleh François Tourte (1774-1835). Tourte menyimpulkan bahwa pernambuco adalah bahan terbaik yang bisa memberikan berat, kekuatan dan elastisitas yang ideal bagi busur. Pernambuco sendiri adalah sejenis kayu yang biasa dipakai untuk pewarna dan banyak ditemukan di negara bagian Pernambuco, Brasil. Lewat saran beberapa virtuoso violin seperti Viotti, Kreuzer, dan Rode, Tourte membuat standar panjang busur yang baik bagi violin adalah 74 atau 75 cm, viola 74 cm, dan cello 72-73 cm.
2. Luthier
Walaupun pada awalnya luthier merupakan sebutan yang terbatas bagi pembuat lute, namun akhirnya pembuat violin juga mendapat sebutan serupa. Dalam sejarah penciptaan violin, terdapat tiga luthier yang secara turun temurun berjaya menciptakan violin yang berkualitas:
a. Amati
Keluarga ini adalah luthier dari Italia, yang berkembang di kawasan Cremona dari tahun 1550 hingga 1740. Andrea Amati (1500 - 1577) adalah pembuat violin pertama yang kemudian mewariskan kemampuannya tersebut pada kedua anaknya: Antonio Amati (lahir 1540) dan Girolamo Amati (1561-1630). Amati bersaudara kemudian menciptakan banyak inovasi baru tentang desain violin, termasuk penyempurnaan bentuk soundhole violin yang terkenal. Mereka juga menjadi pionir dalam pembuatan viola yang bersuara alto. Niccolo Amati (3 September 1596 – 12 Agustus 1684) yang merupakan anak dari Girolamo Amati mengembangkan model yang telah dibuat oleh para pendahulunya, sehingga menghasilkan suara yang lebih kuat. Modelnya ini terkenal dengan sebutan “Grand Amatis”. Murid-murid Nicolo yaitu Antonio Stradivari dan Andrea Guarneri kelak menjadi luthier handal yang terkenal hingga saat ini. Dinasti Amati tidak bertahan lama setelah meninggalnya anak dari Niccolo, Girolamo Amati, yang dikenal dengan nama Hieronymous II di tahun 1740. Kendati ia juga mewarisi bakat luthier ayahnya, model violin Hieronymous II sudah mampu ditandingi oleh Antonio Stradivari. Meninggalnya Hieronymous II adalah pertanda berakhirnya dominasi keluarga Amati, dan dimulainya Dinasti Stradivarius. Kutipan:
b. Stradivarius
Walaupun model ini ini juga dijalankan secara turun temurun, namun dinasti ini hanya mencatat satu nama dominan, yaitu sang pencetus, Antonio Stradivari (1644-1737). Antonio menciptakan violin yang kemudian dinamai dengan “Stradivarius” (bahasa latin dari Stradivari) dan biasa disingkat dengan “Strad”. Anak dari pasangan Alessandro Stradivari dan Anna Moroni yang lahir di Cremona ini bekerja pada perusahaan Amati di sekitar tahun 1667 hingga 1679. Di tahun 1680, Antonio mendirikan perusahaannya sendiri di Piazza San Domenico, dan ketenarannya sebagai luthier mulai mencuat. Ia selalu berusaha menunjukkan orisinalitas dan meninggalkan pengaruh model Amati sedikit demi sedikit. Perubahan –atau lebih tepatnya perombakan- yang dilakukan Antonio pada fingerboard, neck, bass bar, urutan pengeleman, bahkan hingga vernis yang lebih indah, menjadikan violin semakin diposisikan sebagai instrumen yang nyaris sempurna. Teknik Stradivarius menjadi dasar pembuatan violin bagi para luthier hingga sekarang. Violin Stradivarius yang orisinil diciptakan oleh Antonio dapat dikenali dengan tulisan dalam bahasa latin: Antonius Stradivarius Cremonensis Faciebat Anno ….. (artinya: Antonio Stradivari, Cremona, dibuat pada tahun …. ). Stradivarius dengan suara yang paling dahsyat dibuat antara tahun 1698 hingga 1730 ketika Stradivari berada dalam masa produktif (golden age). Setelah tahun 1730, Stradivarius diteruskan oleh generasi berikutnya, yaitu anak dari Antonio, Omobono dan Francesco. Selain violin, Stradivarius juga memproduksi gitar, harpa, viola dan cello. Dari 1100 instrumen yang pernah diproduksi Strad, 650 diantaranya masih bertahan hingga sekarang. Rekor terbaru penjualan Strad dicatat di tahun 2005 kemarin, “The Lady Tennant” buatan tahun 1699 terjual seharga US$ 2,032,000! Virtuoso violin Itzhak Perlman adalah salah satu pemakai setia Strad (Soil Strad – 1714), selain cellis Yo-Yo Ma yang menggunakan Davidov Strad. Antonio Stradivari meninggal di Cremona, Italia, pada 18 Desember, 1737 dan dimakamkan di Basilica of San Domenico, Cremona.
c. Guarneri
Seperti luthier-luthier hebat lainnya, keluarga Guarneri berasal dari Cremona, Italy pada abad ke-17 dan 18. Andrea Guarneri (1626-1698), generasi pembuat violin pertama dari keluarga ini awalnya bekerja untuk Nicolo Amati dari sejak 1641 hingga 1646. Setelah sempat berhenti, Guarneri kembali bekerja pada Amati dari tahun 1650 hingga 1654. Instrumen buatan Guarneri awalnya banyak meniru model “Grand Amatis” yang mahsyur diciptakan oleh Nicolo Amati, sebelum akhirnya Guarneri menciptakan ciri khasnya tersendiri. Andrea saat itu lebih pintar membuat viola yang baik, salah satunya dipakai oleh William Primrose. Setelah Andrea meninggal, dua anaknya meneruskan bakat ayahnya. Pietro Giovanni Guarneri (18 Februari 1655 – 26 Maret 1720) yang dikenal dengan Peter of Mantua (Pietro da Mantova) -untuk membedakannya dengan kemenakannya, Pietro Guarneri- bekerja pada bengkel ayahnya dari sekitar 1670 hingga ia menikah di tahun 1677. Peter of Mantua yang juga seorang musisi itu mampu membuat violin yang lebih baik dari ayahnya. Joseph Szigeti adalah salah satu pemain yang memakai violin buatannya. Anak bungsu Andrea, Giuseppe Giovanni Battista Guarneri (25 November 1666- 1739/1740) mewarisi bisnis ayahnya pada tahun 1698. Ia dikenal mampu membuat violin yang baik, walaupun saat itu itu harus bersaing ketat dengan Stradivarius. Giuseppe kemudian mewariskan bakatnya pada dua anaknya, Pietro Guarneri (14 April 1695 – 7 April 1762) dan Giuseppe Guarneri (21 Agustus 1698 – 17 Oktober 1744). Nama yang terakhir inilah yang kemudian sangat diperhitungkan dalam dunia violin. Giuseppe yang terkenal dengan labelnya yang bertulisnya I.H.S (iota-eta-sigma) dan salib Roma itu, violin buatannya dipakai oleh virtuoso abadi, Niccolò Paganini (Cannone Guarnerius – 1743). Yehudi Menuhin juga memiliki “Lord Wilton” ciptaan Guarneri tahun 1742. Masih banyak virtuoso violin yang memakai instrumen ciptaannya, diantaranya Corey Cerovsek, Arthur Grumiaux, Jascha Heifetz, Leonid Kogan, Isaac Stern dan Henryk Szeryng. Violin Guarneri ini hingga merupakan pesaing ketat Stradivarius hingga saat ini. Sayangnya, sejak dahulu label-label violin tersebut telah mengalami pembajakan serius. Cukup banyak violin-violin yang menggunakan label dari luthier handal, meski pada kenyataannya tidak ada sangkut pautnya dengan luthier tersebut. Namun saking miripnya violin tiruan tersebut dengan aslinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk meneliti orisinalitas sebuah violin yang dilabeli luthier ternama.
3. Virtuoso Violin
Dalam perjalanannya, violin melahirkan segudang virtuoso yang beberapa diantaranya juga merangkap sebagai komponis handal. Raksasa-raksasa tersebut antara lain:
a. Niccolò Paganini
Niccolò Paganini lahir di Genoa, Italia pada 27 Oktober 1782 dan merupakan anak dari pasangan Antonio dan Teresa Paganini. Menurut Peter Lichtenthal, orang yang menulis biografinya, Paganini awalnya mempelajari mandolin dari ayahnya pada umur lima tahun, sebelum akhirnya mempelajari violin ketika umurnya tujuh. Paganini bahkan mulai menulis lagu sebelum usianya delapan dan tampil di konser umum pertama kalinya di umur 12 tahun. Paganini belajar violin pada beberapa guru, diantara Giovanni Servetto dan Alessandro Rolla. Rolla yang diminta untuk mengajar Paganini kala berusia 13 tahun, kemudian menyarankan Paganini untuk berhenti menimba ilmu darinya, karena Paganini terlalu berbakat dan Rolla tidak mampu mengajarkannya apa-apa lagi. Padahal, kala itu Rolla adalah salah satu guru violin yang terkenal. Di usia 16, Paganini menjadi senang berjudi dan mabuk, namun karirnya selamat oleh seorang wanita tak dikenal, yang kemudian mengajarinya violin selama tiga tahun. Pada saat itu, ia juga mempelajari gitar. Paganini mencuat kembali pada usia 23 tahun, menjadi direktur musik bagi adik dari Napoleon, Elisa Baciocchi, ketika ia tidak sedang melakukan tur. Segera setelah itu, Paganini menjadi legenda violin baru, lewat debutnya di Milan (1813), Vienna (1828), London dan Paris (1831). Paganini adalah salah satu musisi pertama yang tur sebagai solois, tanpa musisi-musisi pendukung. Paganini yang selalu menjadi bintang pada setiap konser, memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat audiens terpesona. Kehebatan Paganini lalu dihubungkan rumor “aktivitasnya” dengan iblis (lihat: Misteri Kehebatan Paganini). Violin yang dimiliki Paganini bernama Cannone Guarnerius buatan Giuseppe Guarneri tahun 1743. Nama itu diberikan karena suaranya yang merefleksikan cannon (meriam). Suara dahsyat itu dihasilkan ketika Paganini menggesek tiga hingga empat senar sekaligus. Paganini menjadi pencetus beberapa teknik baru yang mengagumkan. Diantaranya adalah scordatura, yakni merubah penalaan violin yang berpengaruh pada kemudahan permainan untuk lagu-lagu tertentu. Paganini juga menciptakan teknik left hand pizzicato, yaitu memetik senar violin dengan tangan kiri dimana yang lazim digunakan adalah tangan kanan. Selain itu, teknik-teknik lainnya seperti double stop harmonics dan parallel octaves termasuk keahlian yang dianggap mendekati mustahil bahkan hingga sekarang. Paganini menulis karya-karya untuk violin dengan eksplorasi yang lebih luas dan mengharuskan setiap pemain untuk memiliki teknik diatas rata-rata. Penggunaan kombinasi staccato, harmonics, dan pizzicato (untuk kedua tangan) yang jarang terlihat intensif pada karya-karya untuk violin jaman itu, ditulis oleh Paganini dalam karya-karyanya yang elegan. Semasa hidupnya, Paganini cukup produktif dalam mengomposisi. Masterpiece yang paling terkenal adalah 24 caprices for solo violin, Op.1. Paganini juga menulis enam komposisi violin concerto, beberapa sonata, karya-karya untuk string quartet, lebih dari 200 komposisi untuk gitar, dan repertoar-repertoar lainnya yang beberapa diantaranya ia tulis bagi violin dan gitar sekaligus. Kesehatannya memburuk ketika ia mengidap kanker larink yang membuatnya tidak bisa berbicara. Namun Paganini tetap bermain violin hingga saat-saat terakhir menjelang kematiannya di Nice pada 27 Mei 1840. Paganini diklaim sebagai virtuoso pertama dalam permainan violin dan menjadi legenda yang dikenang hingga saat ini.
b. Pablo Sarasate
Pablo Martín Melitón de Sarasate y Navascues lahir di Pamplona, proponsi Navarre, Spanyol pada 10 Maret 1844. Sarasate mulai mempelajari violin di usia lima tahun pada ayahnya sendiri yang merupakan bandmaster di kesatuan artileri. Sarasate melakukan performance pertama kali di depan publik La Caruña pada usianya yang ke-8. Tak lama setelah itu, Sarasate mempelajari violin pada Manuel Rodriquez Saez di kota Madrid. Saat berumur 12 tahun, Sarasate yang telah memiliki banyak penggemar termasuk Ratu Isabel II, dibawa oleh ibunya ke Paris untuk belajar pada Jean Alard di Paris Conservatoire. Namun malang menimpa, ibu Sarasate terkena serangan jantung dan meninggal sebelum sampai di Paris. Bersamaan dengan itu, Sarasate juga didiagnosis menderita kolera. Akhirnya, Sarasate terpaksa mengurungkan niatnya ke Paris hingga dirinya pulih. Setelah sembuh dari penyakitnya beberapa waktu kemudian, Sarasate bertemu Jean Alard di Paris. Alard yang mencium bakat violinis muda ini, mengikutsertakan Sarasate yang berusia 17 tahun pada kompetisi Premiere Prix, yang langsung dijuarainya dengan mudah. Sejak momen tersebut, Sarasate mulai meniti karirnya sebagai penampil profesional. Walaupun Sarasate memainkan karya-karya concerto dari Beethoven dan Mendelsohn, namun secara umum ia dikenal sebagai violinis yang sering tampil membawakan karyanya sendiri. Komposisi Sarasate amat kental dengan aroma Spanyol dimana ia mampu mentransfer kultur dansa negerinya dalam karya-karya violin. Pada zaman itu, karya untuk violin dengan gaya Spanyol masih sangat langka. Komposisi-komposisi Sarasate yang mahsyur antara lain Zigeneurweisen yang ia tulis untuk violin dan orkestra pada tahun 1878, dan Carmen Fantasy (1883) yang mengambil tema dari opera Carmen karya George Bizet –juga untuk violin dan orkestra-. George Bernard Shaw pernah berkomentar atas kehebatan Sarasate: “There were many composers of music for the violin, but there were few composers of violin music,” pernyataan yang menyiratkan kelangkaan figur macam Sarasate. Shaw juga menambahkan, kejeniusan Sarasate membuat “para kritikus tertinggal jauh di belakangnya”. Sarasate memiliki kepribadian yang menarik. Walaupun semasa hidupnya ia menerima ratusan surat cinta dari penggemar wanitanya, tidak ada satupun yang ia balas. Pikirnya, dengan memiliki kekasih atau menikah, Sarasate akan melukai hati fansnya. Prinsip untuk terus melajang ia pegang teguh hingga akhir hayatnya. Sarasate juga adalah seorang kaya raya yang rendah hati. Walaupun ia memiliki vila mewah di Biarritz, namun tiap tahun Sarasate selalu menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya untuk mengikuti Fiesta. Sarasate meninggal di Biarritz pada 20 September 1908 karena penyakit bronchitis yang kronis. Banyak karya-karya dari komposer terkenal didedikasikan untuknya, diantaranya: Violin Concerto No. 2 karya Henryk Wieniawski, Symphonie Espagnole karya Édouard Lalo, Violin Concerto No. 3 dan Introduction and Rondo Capriccioso karya Camille Saint-Saëns serta Scottish Fantasy ciptaan Max Bruch.
c. Yehudi Menuhin
Yehudi Menuhin yang lahir pada 22 April 1916 di New York, AS, adalah putra dari pasangan Russia-Yahudi yang berimigrasi ke Amerika. Dalam usia yang amat belia (7 tahun), Menuhin sudah mampu memainkan Violin Concerto karya Mendelssohn, yang langsung mengantarkannya pada ketenaran. Menuhin menghabiskan masa muda untuk tur keliling dunia memamerkan kemampuan bermusiknya. Hebatnya lagi, semua itu dilakukan sebelum usianya genap 20 tahun. Menuhin memperdalam kemampuan violin di Paris pada George Enesco, violinis dan komposer yang kemudian sangat mempengaruhi gaya permainannya. Saat Perang Dunia II meletus, Menuhin memainkan lebih dari 500 konser bagi pasukan sekutu. Bersama komponis Benjamin Britten, Menuhin juga bermain bagi tawanan-tawanan kamp konsentrasi yang telah dibebaskan oleh Jerman. Sebagai seorang musisi berdarah Yahudi, Menuhin memiliki keterikatan khusus dengan Jerman. Di tahun 1947, Menuhin “kembali” ke Jerman, dan menjadi musisi Yahudi pertama yang menginjakkan kakinya di tanah Bravaria setelah holocaust. Di Jerman, Menuhin bekerjasama dengan konduktor terkenal di Jerman, Wilhelm Furtwängler. Walaupun Furtwängler adalah seorang pro-Nazi, Menuhin tetap melanjutkan kerjasamanya. Di masa-masa ini, Menuhin harus menjalani kehidupan yang dilematis. Saat bermusik, ia harus menanggalkan identitasnya sebagai Yahudi agar tetap eksis, namun ketika Menuhin masuk pada lingkungan “asal”-nya, ia mesti bersikap antipati pada ras Aria yang pernah membantai bangsanya. Memasuki tahun 1940an dan 1950an, Menuhin memainkan banyak karya klasik yang agung. Penghargaan terbesarnya datang ketika ia menampilkan karya Sonata for Solo Violin dari Bella Bartók. Bagi Menuhin, Bartok adalah sosok komponis yang mampu menampilkan emosi mendalam serta teknik-teknik yang menantang dalam karyanya. Bagi Bartók, karya tersebut menjadi lebih indah di tangan Menuhin, bahkan lebih indah dari yang ia imajinasikan sebelumnya. Kolaborasi Bartók-Menuhin disebut-sebut sebagai salah satu kekayaan terbesar dunia musik klasik abad ke-20. Pada tahun 1952, Menuhin berkenalan dengan yogi terkenal, B.K.S. Iyengar yang kemudian diminta ikut tur dengannya untuk mengajari yoga. Menuhin dianggap salah seorang pencetus dimulainya perhatian Barat terhadap Yoga, terutama bagi kalangan musisi. Mulai tahun 1960, Menuhin memperluas keterlibatannya dalam dunia musik. Tahun 1963, ia membuka Sekolah Yehudi Menuhin, sekolah yang ditujukan bagi anak-anak berbakat di bidang musik. Menuhin juga memulai karir sebagai konduktor, yang kelak akan terus dilakoninya hingga wafat. Menuhin menjadi konduktor banyak orkestra besar di dunia, dan tampil di festival-festival musik akbar. Menuhin yang kental dengan klasik sejak kecil, mulai meningkatkan ekspolarinya ke dunia di luar klasik. Kolaborasinya yang terkenal adalah bersama sitaris Ravi Shankar dan violinis jazz Stephane Grapelli pada tahun 1980an. Dalam 20 tahun terakhir sisa hidupnya, Menuhin sangat aktif dalam permusikan dunia. Ia adalah penampil, konduktor, guru, dan pembicara yang berpengaruh di zamannya. Muridnya yang terkenal diantaranya Nigel Kennedy dan violis Hungaria, Csaba Erdelyi. Di tahun 1985, Menuhin dianugerahi kewarganegaraan Inggris dan berhak atas gelar bangsawan. Lord Menuhin meninggal di Berlin, Jerman pada 12 Maret 1999 akibat komplikasi.
d. Itzhak Perlman
Itzhak Perlman lahir pada 31 Agustus 1945 di Jaffa, Israel. Pada usia empat tahun, Perlman terserang penyakit polio yang menyebabkan ia harus berjalan dengan menggunakan kruk seumur hidupnya. Perlman belajar violin pertama kali di Tel Aviv setelah mendengar suara instrumen tersebut pada sebuah radio. Setelah menamatkan training-nya di akademi musik Tel Aviv, Perlman lalu melanjutkan studinya ke Julliard School di AS. Hampir bersamaan dengan itu, pada tahun 1964, ia memenangkan kejuaraan bergengsi Levetritt Competition, sebuah penghargaan yang mengantarkan Perlman menjadi violinis yang diperhitungkan di dunia. Sejak itu, Perlman tampil hampir di setiap orkestra besar dan resital serta festival di seluruh dunia. Di tahun 1970an, ia mulai mengisi beberapa rekaman dan menjadi tamu pada beberapa acara televisi favorit di Amerika seperti The Tonight Show dan Sesame Street. Pada bulan November 1987, Perlman bergabung dengan Israel Philharmonic Orchestra untuk mengikuti konser bersejarah di Budapest dan Warsawa, sebagai penampilan pertama dari orkes tersebut di wilayah Blok Timur kala Perang Dingin. Perlman kemudian membuat sejarah lagi, dengan tampil bersama orkes yang sama, ia mengunjungi Uni Soviet pada April/Mei 1990 dan memukau audiens di Moskow dan Leningrad. Pada bulan Desember tahun 1990, Perlman yang menggunakan violin Soil Strad yang terkenal ini kembali ke Leningrad dalam rangka memperingati 150 tahun Tchaikovsky. Konser yang juga menghadirkan Yo-Yo Ma, Jessye Norman, dan Yuri Temirkanov dalam Leningrad Orchestra tersebut disiarkan langsung ke seluruh Eropa dan dikemas dalam video. Pada Desember 1993, Perlman berangkat ke Praha, Republik Ceko untuk tampil pada konser yang ditujukan bagi Dvorak. Dalam konser tersebut, ia tampil bersama Yo-Yo Ma, Frederica von Stade, Rudolf Firkusny dan Boston Symphony Orchestra yang dipimpin oleh Seiji Ozawa. Sama halnya dengan penampilan di Leningrad, konser tersebut juga disiarkan langsung dan diedarkan dalam bentuk home video. Perlman dianugerahi empat Emmy Awards untuk berbagai film dokumenter yang salah satunya menceritakan aktivitasnya untuk Perlman Summer Music Program. Penghargaan Emmy lainnya ditujukan atas dedikasinya pada musik Klezmer , yang ditampilkan di stasiun televisi PBS. Berbagai rekaman yang dilakukannya juga menuai sukses, violinis yang selalu tampil dengan posisi duduk ini meraih 15 Grammy Awards. Bersama perusahaan rekaman raksasa Sony Classical, ia pernah melakukan kolaborasi dengan violinis Isaac Stern, gitaris John Williams, konduktor Seiji Ozawa dan Zubin Mehta, serta Juiliard String Quartet. Perlman juga adalah solois bagi beberapa soundtrack film. Permainan violinnya yang khas dapat didengar dalam theme song Schindler’s List karya John T. Williams. Film yang bercerita tentang holocaust tersebut disutradai oleh Steven Spielberg dan meraih Academy Awards untuk kategori Best Score. Film yang belum lama ini hadir di Indonesia, Memoirs of a Geisha juga menggunakan jasa Perlman dan Yo-Yo Ma untuk lagu temanya. Perlman telah meraih banyak penghargaan, salah satunya Kennedy Center Honors pada tahun 2003. Perlman yang disebut-sebut sebagai violinis terbaik abad ke-20 tersebut hingga saat ini aktif sebagai solois dan konduktor orkestra-orkestra besar khususnya di AS.
Diposting oleh
Moh. Jazuli
1 TAREKAT CHISYTIYAH Khwaja ('Guru') Abu Ishaq Chisyti, 'orang Syria', lahir di awal abad kesepuluh. Ia keturunan Nabi Muhammad saw dan dinyatakan sebagai 'keturunan spritual' ajaran-ajaran batiniah Keluarga (Bani) Hasyim. Pengikut-pengikutnya berkembang dan berasal dari Garis para Guru, yang kemudian dikenal menjadi Naqsyabandiyah ('Orang-orang Bertujuan'). Komunitas Chisytiyah ini, berawal di Chisyt, Khurasan, khususnya menggunakan musik dalam latihan-latihan mereka. Kaum darwis pengelana dari tarekat ini, dikenal sebagai Chist atau Chisht. Mereka akan memasuki sebuah kota dan meramaikan suasana dengan seruling dan genderang, untuk mengumpulkan orang-orang sebelum menceritakan dongeng atau legenda, sebuah permulaan yang penting. Jejak tokoh ini ditemukan pula di Eropa, di mana chistu Spanyol ditemukan dengan pakaian dan instrumen serupa --semacam pelawak atau komedi keliling. Bisa jadi demikian, dalam kamus etimologi Barat menghubungkan istilah Latin gerere, 'melakukan', sebagai asal kata 'pelawak' yang kenyataannya adalah sosok jenaka, dan asal mula itu berkaitan dengan Chisti Afghanistan. Sebagaimana tarekat Sufi lainnya, metodologi khusus kaum Chisyti segera mengalami kristalisasi menjadi kecintaan sederhana terhadap musik; pembangkitan emosional yang dihasilkan musik dikacaukan dengan 'pengalaman spiritual'. Pengaruh kaum Chisyti paling lama di India. Selama sembilanratus tahun terakhir, musisi mereka dihargai di seluruh benua. Berikut materi-materi yang mewakili instruksi dan tradisi Chisytiyah. SEBAB DAN AKIBAT Abu Ishaq Syami Chisyti mengatakan: "Guruku, Khaja Hubairah, suatu hari mengajakku berjalan-jalan keliling kota. Seorang laki-laki menunggang keledai tidak mau memberi jalan untuk kami di sebuah jalan sempit, dan ketika kami minggir pelan-pelan ia menyumpahi kami. 'Semoga dihukum karena perbuatan itu!' orang-orang berteriak dari pintu mereka. Khaja berkata kepadaku: 'Betapa dangkalnya pikiran orang-orang ini! Tidakkah mereka sedikit menyadari apa yang sebenarnya terjadi? Mereka hanya melihat satu jenis sebab dan akibat, sementara kadang akibat, seperti yang mereka katakan, muncul sebelum sebab.' Aku bingung dan bertanya apa maksudnya. 'Mengapa?' katanya, 'Orang itu sudah dihukum untuk perbuatan yang baru saja dilakukan tadi. Kamis lalu ia melamar memasuki lingkungan Syeikh Adami, dan ditolak. Hanya kalau ia menyadari alasannya, ia akan diterima dalam lingkungan tersebut. Sampai saat ini, ia terus berperilaku demikian'." KEBUN Pada suatu waktu, ketika ilmu dan seni berkebun belum dimantapkan diantara manusia, terdapat seorang ahli berkebun. Dalam mengetahui kualitas tanaman, makanan mereka, kandungan khasiat obat dan nilai keindahan, ia diakui memiliki pengetahuan Obat-obatan (jamu dari tumbuh-tumbuhan) dan Umur Panjang, dan ia hidup selama ratusan tahun. Dari generasi ke generai, ia mengunjungi kebun dan tempat-tempat yang ditanami di seluruh dunia. Di suatu tempat ia menanami suatu kebun yang indah, dan mengajar orang-orang tentang pemeliharaan dan cara berkebun. Tetapi, karena terbiasa melihat 'tanaman tumbuh dan berbunga tiap tahun, mereka segera lupa bahwa ada tanaman yang harus dikumpulkan benihnya, harus diperbanyak dengan dipotong, ada yang butuh banyak air dan sebagainya. Akibatnya, kebun menjadi liar, dan orang-orang mulai menghargainya sebagai kebun terbaik yang pernah ada. Setelah memberi orang-orang banyak hal untuk dipelajari, ahli kebun ini melepas mereka dan menarik pekerja lainnya. Ia memperingatkan mereka, jika tidak menjaga kebun itu, dan mempelajari cara-caranya, mereka akan menderita karenanya. Mereka, pada gilirannya, lupa -- dan sejak mereka malas, hanya merawat buah dan bunga yang mudah tumbuh, lainnya dibiarkan mati. Beberapa orang yang belajar pertama mendatangi mereka dari waktu ke waktu, mengatakan, "Engkau harus melakukan ini dan itu," tetapi mereka mengusirnya dan berteriak, "Engkau salah satu yang terpisah dari kebenaran dalam persoalan ini!" Tetapi ahli kebun bertahan. Ia membuat kebun lainnya, di mana pun ia bisa, dan tidak ada satu pun yang sempurna kecuali yang ia pelihara dengan pembantu utamanya. Maka diketahuilah bahwa terdapat banyak kebun dan cara berkebun, orang-orang dari satu kebun mengunjungi kebun lainnya, untuk mendukung, mengkritik atau berdebat. Kitab pun ditulis, diadakan perkumpulan ahli kebun, mereka juga menyusun diri mereka sendiri dalam tingkatan, sesuai dengan apa yang mereka pikir menjadi tatanan yang diutamakan. Sejalan dengan manusia, kesulitan para ahli kebun tetap ada karena mereka terlalu mudah tertarik oleh hal-hal superfisial. Mereka mengatakan, "Aku suka bunga ini," dan mereka ingin orang lain juga menyukainya. Mungkin saja, sebagai pengganti daya tarik dan kelimpahan, rumput-rumputan yang menghambat tanaman lain, dapat menyediakan obat-obatan atau makanan yang dibutuhkan orang dan ahli kebun untuk makanan dan kelangsungan hidup. Diantara ahli kebun ini terdapat mereka yang lebih suka menanam satu jenis tanaman. Mungkin dijelaskan sebagai 'keindahan'. Ada juga yang lebih cenderung hanya menanam, menolak pemeliharaan jalan atau pintu gerbang, bahkan pagar. Ketika si ahli kebun meninggal, ia mewariskan semua pengetahuannya tentang berkebun, menyumbangkannya kepada mereka yang memahaminya menurut kapasitas masing-masing. Maka, ilmu sebagaimana seni berkebun dikenang sebagai warisan yang tersebar di banyak kebun dan juga dalam beberapa catatan. Orang-orang yang dibesarkan di satu kebun atau lainnya, umumnya sudah diajari dengan kuat segala kebaikan atau kejelekan, tentang bagaimana penduduk melihat sesuatu yang mungkin mereka tidak mampu -- kendati berusaha -- menyadari bahwa mereka harus kembali pada konsep 'kebun'. Akan tetapi, pada umumnya mereka hanya menerima, menolak, menghentikan keputusan atau mencari apa yang mereka bayangkan sebagai faktor-faktor umum. Dari waktu ke waktu, ahli kebun sejati bermunculan. Ahli seperti itu, kebanyakan pada semi-kebun, ketika mendengar yang asli, orang-orang berkata, "Oh ya, engkau berbicara tentang kebun seperti sudah kami miliki, atau kami bayangkan."Apa yang mereka miliki dan bayangkan, keduanya tidak sempurna. Ahli sejati, yang tidak dapat berunding dengan pekebun imitasi, berkumpul dengan sebagian besar mereka, meletakkan di kebun ini atau itu, sesuatu dari seluruh simpanan yang memungkinkannya mempertahankan vitalitasnya di beberapa tingkat. Mereka sering terpaksa menyamar, karena orang-orang yang ingin belajar sebenarnya tahu tentang fakta berkebun sebagai seni atau ilmu, mendasari apa pun yang sudah mereka dengar sebelumnya. Maka mereka bertanya, "Bagaimana aku bisa mendapatkan bunga yang lebih indah dari umbi ini?" Ahli kebun sejati bisa saja bekerja dengan mereka, karena kebun yang sesungguhnya dapat diwujudkan, untuk keuntungan seluruh ummat manusia. Mereka tidak terlalu lama, tetapi hanya melalui mereka pengetahuan dapat diajarkan, dan orang-orang dapat melihat apa kebun itu sebenarnya. KELOMPOK SUFI Sekelompok Sufi ditugaskan oleh guru mereka ke sebuah wilayah, dan menempati sebuah rumah. Untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan, hanya satu orang yang bertugas -- Pemimpin -- mengajar publik. Sisanya, mengemban tugas sebagai pelayan di rumahnya. Ketika guru ini meninggal, komunitas tersebut menyusun kembali tugas-tugas mereka, menyatakan diri mereka sebagai mistik lanjutan. Tetapi penduduk wilayah tersebut tidak hanya mencela mereka sebagai peniru, tetapi mengatakan, "Memalukan! Lihat Bagaimana mereka merampas dan membagi warisan Guru Agung. Mengapa, pelayan-pelayan menyedihkan ini sekarang bahkan berperilaku seolah mereka kaum Sufi!" Orang-orang awam, dengan pengalaman pemikiran yang kurang, tanpa sarana apa pun menghakimi situasi tersebut. Oleh karena itu, mereka cenderung menerima para peniru belaka, yang mengekor kepada guru dan menolak mereka yang benar-benar membawa karya mereka. Ketika seorang guru meninggalkan komunitas, karena meninggal atau sebab lain, mungkin kegiatannya diharapkan untuk dilanjutkan -- atau mungkin pula tidak. Merupakan suatu ketamakan orang awam, kalau mereka selalu menganggap bahwa kelanjutan tersebut memang diinginkan. Merupakan kebodohan relatif mereka, kalau tidak dapat melihat sebuah kelanjutan, jika mengambil bentuk lain daripada bentuk sederhana. KETIKA KEMATIAN BUKAN KEMATIAN Seorang laki-laki diyakini telah meninggal, dan disiapkanlah penguburan, ketika itu ia bangun kembali. Laki-laki itu kemudian duduk, tetapi tampak sangat terkejut melihat pemandangan sekitarnya, dan pingsan lagi. Kemudian ia dimasukkan dalam keranda, dan upacara pemakaman dimulai. Ketika mereka tiba di kuburan, ia sadar lagi, mengangkat penutup keranda dan berteriak minta tolong. "Tidak mungkin ia hidup lagi," ujar para pelayat. "Karena ia sudah dinyatakan meninggal oleh ahli yang berwenang." "Tetapi aku hidup!" teriak laki-laki tersebut. Ia pun lalu minta tolong kepada seorang ilmuwan dan ahli hukum ternama yang ikut hadir. "Sebentar," ujar sang ilmuwan. Kemudian ia berbalik kepada para pelayat, dan menghitung mereka. "Sekarang, kita sudah mendengar sebuah pernyataan kematian. Kalian, limapuluh saksi mata, katakan kepadaku apa yang kalian anggap benar!" "Ia sudah mati," ujar para saksi. "Kubur dia! " jawab sang ahli. Maka laki-laki itu pun dikubur. KAMAR PINJAMAN Seorang laki-laki membutuhkan uang, dan satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah dengan menjual rumah. Tetapi bagaimanapun ia tidak ingin berpisah dengan semua miliknya. Melalui kontrak perjanjian dengan pemilik baru, laki-laki tersebut setuju bahwa ia akan memiliki satu kamar yang lengkap dan tidak terkunci, di mana ia dapat menyimpan semua miliknya setiap saat. Pertama, ia menyimpan benda kecil di kamarnya, dan memeriksanya tanpa mengganggu siapa pun. Ketika ia berubah pekerjaan dari waktu ke waktu, ia menyimpan barang-barang dagangannya di sana. Pemilik baru tersebut tetap tidak keberatan. Akhirnya ia mulai menyimpan kucing-kucing mati di kamarnya, sampai seluruh isi rumah merasa tidak nyaman karena bau busuk yang menyegat. Pemilik rumah membawa masalah ini ke pengadilan, tetapi hakim memutuskan bahwa gangguan tersebut tidak melanggar kontrak perjanjian. Akhirnya, mereka menjual rumah itu kembali ke pemilik semula, dengan kerugian yang besar. TUJUH BERSAUDARA Pada suatu masa, terdapat seorang laki-laki yang memiliki tujuh anak laki-laki. Sementara anak-anaknya tumbuh, ia mengajari mereka sebanyak yang ia bisa, tetapi sebelum melengkapi pendidikan mereka ia merasakan sesuatu, bahwa keamanan mereka jauh lebih penting. Ia menyadari malapetaka akan menyerang negara mereka. Karena anak-anaknya masih muda dan ugal-ugalan, ia tidak dapat menceritakan rahasia tersebut secara lengkap. Ia tahu kalau mengatakan, "Sebuah malapetaka tengah mengancam,' mereka akan menjawab, "Kami akan tinggal di sini dan menghadapinya." Maka sang ayah mengatakan kepada masing-masing anaknya, bahwa ia harus menjalani sebuah tugas, dan ia akan segera pergi untuk tugas tersebut. Ia mengirim si sulung ke utara, anak kedua ke selatan, anak ketiga ke barat dan keempat ke timur. Ketiga lainnya, dikirim pergi tanpa tujuan. Segera setelah mereka pergi, sang ayah, menggunakan pengetahuan khususnya, pergi menuju ke negeri jauh membawa beberapa pekerjaan yang sudah terganggu oleh kebutuhan mendidik anak anaknya. Ketika mereka menyelesaikan tugas tersebut, keempat anak pertama kembali ke negara mereka. Sang ayah memberi batas waktu yang cukup lama, hingga mereka tidak lagi saling kenal dan berjauhan, sampai memungkinkan untuk pulang ke rumah. Sesuai dengan petunjuk, anak-anak kembali ke tempat yang sudah mereka kenal semasa kecil. Tetapi sekarang mereka sudah tidak saling kenal. Satunya mengatakan kalau dirinya adalah anak sang ayah, tetapi lainnya tidak percaya. Waktu dan iklim; penderitaan dan kebahagiaan, menyelesaikan tugas mereka, dan penampilan mereka pun berubah. Karena saling bertentangan dan memutuskan menilai lainnya melalui sikap, janggut, warna kulit, dan cara berbicara --semuanya berubah -- selama berbulan-bulan tidak satu pun membiarkan lainnya membuka surat dari sang ayah, yang berisi jawaban atas masalah mereka dan sisa pendidikan mereka. Sang ayah sudah membayangkan hal ini, itulah kearifannya. Ia tahu, sampai anak-anaknya dapat memahami bahwa mereka sudah banyak berubah, mereka tidak dapat belajar lagi. Situasi selanjutnya, dua bersaudara sudah saling kenal, tetapi untuk sementara. Mereka membuka surat tersebut. Mencoba menilai kenyataan mereka sendiri bahwa apa yang mereka ambil sebagai pondasi sebenarnya adalah --dalam bentuk yang mereka gunakan bagian luar yang tidak berharga; apa yang sudah bertahun-tahun dihargai sebagai akar kepentingan mereka, dalam kenyataannya mungkin sia-sia dan mimpi yang tak berguna. Dua bersaudara lainnya, melihat mereka, tidak puas kalau mereka sudah berkembang melalui pengalaman mereka, dan tidak ingin menandinginya. Tiga bersaudara yang pergi ke tempat lain, belum kembali ke tempat yang ditentukan. Bagi keempatnya, akan menjadi 'entah kapan', sebelum mereka benar-benar sadar satu-satunya alat kelangsungan hidup dalam pengasingan mereka --kedangkalan yang mereka anggap penting-- adalah rintangan bagi pemahaman mereka. Semuanya masih jauh dari pengetahuan. PENDAPAT UNTA Suatu ketika, seorang laki-laki bertanya pada seekor unta, mana yang lebih disukainya, pergi ke tempat tinggi atau rendah. Unta menjawab, "Apa yang penting bagiku bukan tempat tinggi atau rendah -- tetapi bebannya!" SUMPAH Seorang laki-laki yang terganggu pikirannya bersumpah, bahwa kalau masalahnya terpecahkan ia akan menjual rumahnya dan memberikan semua keuntungannya kepada orang miskin. Waktunya tiba, ketika sadar maka ia haruslah memenuhi sumpah tersebut. Akan tetapi dia sendiri tidak ingin mengeluarkan banyak uang. Oleh karena itu, dicarinya jalan keluar. Ia pun meletakkan tulisan rumah dijual dengan harga sekeping uang perak. Termasuk seekor kucing. Harga untuk binatang ini sepuluh ribu keping uang perak. Seseorang membeli keduanya, rumah dan kucing. Maka laki-laki yang telah bersumpah tersebut memberikan sekeping uang perak, hasil penjualan rumah, kepada orang miskin, sedangkan sepuluh ribu keping perak sisanya dikantonginya sendiri. Banyak pikiran orang bekerja seperti ini. Mereka memutuskan mengikuti suatu ajaran; tetapi menafsirkan hubungan mereka dengannya untuk keuntungan diri sendiri. 'KAUM SUFI ADALAH PEMBOHONG' Kedudukan kaum Sufi seperti orang asing di sebuah negeri, seperti tamu di sebuah rumah. Siapa pun dalam kemampuan masing-masing berpikir pada mentalitas lokal. Sufi sejati adalah orang yang 'sudah berubah' (abdal), berubah menjadi bagian penting Sufisme. Orang awam tidak berubah; sebab itu membutuhkan kepura-puraan. Seseorang yang pergi ke suatu negeri di mana telanjang adalah sesuatu yang dihormati, dan mengenakan pakaian dianggap tidak terhormat. Supaya tetap eksis di negeri tersebut, ia harus melepas pakaiannya. Jika ia mengatakan, "Mengenakan pakaian adalah yang terbaik, telanjang tidaklah terhormat," ia meletakkan dirinya pada sisi luar masyarakat negeri yang ia kunjungi. Oleh karena itu, apakah ia akan tinggal atau -- jika ia bermanfaat di sana -- akan menerima atau menunda. Apabila pokok bahasan tentang kebaikan mengenakan pakaian atau lainnya diperdebatkan, ia mungkin harus berpura-pura. Karena ada pertentangan kebiasaan di sini. Bahkan terdapat pertentangan yang lebih besar, antara berpikir kebiasaan dan berpikir bukan kebiasaan. Kaum Sufi, karena berpengalaman, dalam berhubungan dengan lainnya, begitu banyak, mengetahui tingkatan eksistensi yang tidak dapat dinilainya dengan argumen, walaupun seluruh argumen sudah pernah dicoba oleh seseorang pada suatu waktu, sesuatu yang sudah berlaku serta dianggap sebagai 'akal sehat'. Kegiatannya, seperti seorang seniman, mengurangi ilustrasi tersebut. TENTANG MUSIK Mereka tahu kalau kita mendengar musik, dan kita merasakan sesuatu yang tersembunyi di dalamnya. Maka mereka bermain musik dan memasukkan diri mereka sendiri pada 'keadaan'. Tahu bahwa setiap pembelajaran harus memiliki semua persyaratannya, bukan sekadar musik, pemikiran, konsentrasi. - Ingat:
- Kesia-siaan adalah perahan susu yang luar biasa
- Dari seekor sapi yang menendang embernya.
(Hadrat Mu'inuddin Chisyti) BAGAIMANA MANUSIA MENINGKATKAN DIRINYA? Ada dua hal: baik dan sesuatu yang harus menjadi baik realitas dan realitas semu. Ada Tuhan dan manusia. Jika manusia mencari Kebenaran, ia harus memenuhi syarat untuk menerima kebenaran. Ia tidak mengetahui ini. Akibatnya, meyakini keberadaan Kebenaran, ia beranggapan dirinya mampu menerimanya. Ini tidak berkaitan dengan pengalaman, tetapi melanjutkan keyakinan. Setelah giliranku, misalnya, orang akan terus menggunakan bagian-bagian dari apa yang sudah biasa dianggap sebagai alat berhubungan dengan kebenaran, menggunakannya seperti mantera atau jimat, untuk membuka gerbang. Mereka akan bermain dan mendengar musik, merenungkan tokoh tertulis, berkumpul bersama, sederhana karena sudah melihat hal-hal ini berlangsung. Tetapi seninya ada di dalam penyatuan unsur yang benar, yang membantu manusia menjadi layak atas hubungannya dengan Kebenaran sejati, bukan peniruan yang tak berarti. Ingatlah selalu bahwa ilmu (ilm) untuk mempengaruhi jembatan antara sisi luar dan sisi dalam, jarang sekali dan diturunkan hanya kepada sedikit orang. Tidak dapat dihindari, akan banyak sekali orang lebih suka meyakinkan diri sendiri yang pada kenyataannya kurang berpengalaman, daripada menemukan pemberi intisarinya. (Hadrat Mu'inuddin Chisyti) MISTERI KAUM SUFI Nyanyian Urdu ini dinyanyikan oleh pengikut pemimpin Chisyti di abad kesembilanbelas, Sayid Mir Abdullah Shah, yang bermukim di Delhi. Maksudnya adalah menunjukkan bahwa Sufi dikenal melalui sesuatu yang mereka bagi, sesuatu yang tidak dapat digambarkan melalui nama, ritual atau tanda-tanda kebesaran; kendati semuanya sesuai dengan kesatuan batiniah manusia yang misterius. - Aku melihat manusia bebas duduk di tanah
- Di bibirnya sebatang ilalang,
- jubahnya robek, tangannya letih.
- Dapatkah yang satu ini menjadi Pilihan Agung?
- Ya, Temanku, itulah Dia!
- Syeikh Sa'di Baba, Sultan Arif Khan, Syah Waliyullah al-Amir
- Tiga gelombang dari satu lautan.
- Tiga raja dalam jubah pengemis.
- Dapatkah mereka menjadi 'Pilihan Tertinggi?
- Ya, Wahai Temanku, semuanya adalah Dia!
- Semuanya Dia, Semuanya Dia, Semuanya Dia!
- Muslim, Hindu, Kristen, Yahudi dan Sikh.
- Bersaudara dalam perasaan tersembunyi -
- namun siapa yang tahu bagian dalamnya? ...
- Wahai Sahabat dari Gua!
- Mengapa kapak, mangkuk-mengemis?
- Mengapa kulit domba, tanduk dan topi?
- Mengapa batu di atas pengikat pinggang?
- Lihat: ketika dalam darahmu mengalir anggur
- Semua adalah Dia, Temanku, adalah Dia!
- Semuanya Dia, Temanku, adalah Dia!
- Apakah engkau pergi ke puncak gunung?
- Apakah engkau duduk di suatu tempat?
- Mencarinya ketika Sang Guru tiba,
- Mencari permata di dalam tambang!
- Semuanya Dia, temanku, sahabat, Semuanya Dia!
Diposting oleh
Moh. Jazuli
Jumat, 09 Oktober 2009
di
23.57
|
Pertanyaan Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum mendengarkan musik dan lagu ? Apa hukum menyaksikan sinetron yang di dalamnya terdapat para wanita pesolek ?
Jawaban Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang tidak berguna. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan".[Luqman : 6]
Ibnu Mas'ud dalam menafsirkan ayat ini berkata : "Demi Allah yang tiada tuhan selainNya, yang dimaksudkan adalah lagu".
Penafsiran seorang sahabat merupakan hujjah dan penafsirannya berada di tingkat tiga dalam tafsir, karena pada dasarnya tafsir itu ada tiga. Penafsiran Al-Qur'an dengan ayat Al-Qur'an, Penafsiran Al-Qur'an dengan hadits dan ketiga Penafsiran Al-Qur'an dengan penjelasan sahabat. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa penafsiran sahabat mempunyai hukum rafa' (dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam). Namun yang benar adalah bahwa penafsiran sahabat tidak mempunyai hukum rafa', tetapi memang merupakan pendapat yang paling dekat dengan kebenaran.
Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya.
"Artinya : Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik".
Maksudnya, menghalalkan zina, khamr, sutera padahal ia adalah lelaki yang tidak boleh menggunakan sutera, dan menghalalkan alat-alat musik. [Hadits Riwayat Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy'ari atau Abu Amir Al-Asy'ari]
Berdasarkan hal ini saya menyampaikan nasehat kepada para saudaraku sesama muslim agar menghindari mendengarkan musik dan janganlah sampai tertipu oleh beberapa pendapat yang menyatakan halalnya lagu dan alat-alat musik, karena dalil-dalil yang menyebutkan tentang haramnya musik sangat jelas dan pasti. Sedangkan menyaksikan sinetron yang ada wanitanya adalah haram karena bisa menyebabkan fitnah dan terpikat kepada perempuan. Rata-rata setiap sinetron membahayakan, meski tidak ada wanitanya atau wanita tidak melihat kepada pria, karena pada umumnya sinetron adalah membahayakan masyarakat, baik dari sisi prilakunya dan akhlaknya.
Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menjaga kaum muslimin dari keburukannya dan agar memperbaiki pemerintah kaum muslimin, karena kebaikan mereka akan memperbaiki kaum muslimin. Wallahu a'lam.
[Fatawal Mar'ah 1/106]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan Penerbitan Darul Haq. Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]
Diposting oleh
Moh. Jazuli
Asal Mula Filsafat;Barat Atau Timur? (Bagi yang tidak setuju dengan tulisan ini, mohon kirimkan komentar anda)
Berbicara asal mula filsafat banyak tulisan yang mengasumsikan bahwa filsafat dimulai dari barat/Yunani, bagi penulis asumsi/statement ini tidak sepenuhnya benar. Menurut penulis satu ungkapan yang lebih benar adalah filsafat bermula dari Timur. banyak pendapat yang mengatakan bahwa filsafat lahir dari Yunani, namun ada juga yang mengatakan bahwa filsafat dimulai dari Islam. Hemat penulis, lebih baik penulis petakan pendapat tentang asal mula filsafat menjadi tiga pendapat agar menjadi lebih jelas dan pembaca akan menilai sendiri dari mana sebenarnya asal mula filsafat, pendapat itu adalah sebagai berikut :
Diposting oleh
Moh. Jazuli
Sebenarnya susah juga untuk mendefinisikan musik emo itu sendiri seperti apa. Ironis memang, padahal kita gampang banget menstereotipkan seseorang sebagai emo kids tapi di sisi lain susah banget buat kita untuk mendefinisikan musik emo itu sendiri.
Anyway, basicly kata emo didapat dari kata “Emotional”, dan musik ini awalnya merupakan salah satu anak-an dari musik punk. (pasti lo tau lah). Umumnya sih, dituangkan ke dalam lirik yang emosional cenderung cengeng, melodius, puitis dan dibalut dengan teriakan-teriakan luapan emosi, terutama emosi yang tak terbendung setelah band metal anda selalu gagal lolos di audisi acara-acara sunatan massal. (hehehe, tae ah!)
Genre musik ini tuh mulai berkembang di akhir tahun 80an dan awal-awal 90an, sebagai sesuatu “label” yang awalnya diberikan kepada band punk di Washington DC saat itu, yang notabenenya memiliki permainan gitar lebih keras dari kebanyakan band punk. Dan alhasil genre musik ini dikenal sebagai musik “DC Punk”.
Pada tahun 1984 sejarah mencatat band hardcore-punk Hüsker Dü, sebuah band yang memberikan influence yang kuat pada band DC Punk lainnya kayak Faith, Rites of Spring dan Embrace. Merilis album keempat yang bertitel “Zen Arcade”. Album inilah yang menjadi sebuah album legenda saat itu.
Untuk informasi Embrace sendiri adalah band yang dibentuk oleh Ian MacKaye, yang sebelumnya menjadi vokalis band kenamaan Minor Threat.
Sementara itu di sisi lain, walaupun Rites of Spring berhasil menghasilkan sebuah full album dan satu EP, band ini tidaklah bertahan lebih dari 2 tahun. Dan sebagai seorang rockstar, lead vocal Guy Picciotta merasa terpanggil untuk membentuk sebuah band baru lagi bernama Fugazi, yang nantinya band ini menjadi salah satu pionir di perkembangan musik emo.
Kekompleksan musik plus vokal yang intens dan juga penulisan lirik yang introseptif menghasilkan evolusi Emo dari tahun 1982 - 1992 dengan band–band seperti INDIAN SUMMER, MOSS ICON, POLICY OF THREE, STILL LIFE dan NAVIO FORGE.
Dinamika ‘kekerasan’ sering terdengar dari grup–grup tersebut yang akhirnya melahirkan band-band pioner baru Emo di evolusi berikutnya, yakni SAETIA dan THURSDAY di tahun 1997. Secara vokal, band tersebut memiliki style Emocore, dengan ciri terlalu sering memunculkan suara tangisan atau malah teriak penuh penyesalan.
Perubahannya
Walaupun influence dari Fugazi dan DC sound sangat substansial, sepanjang kita tahu, musik emo sekarang tidak semata-mata terbentuk hanya dari hardcore scene. Karena dengan seiringnya bergesernya jaman, para musisi emo lainnya memunculkan musik emo dengan gaya yang lebih “lembek”.
Anehnya lagi, emo malah menjadi musik yang lebih lambat seiring dengan munculnya band seperti Sunny Day Real Estate (Seattle) dan Mineral (Texas). Mereka mencampurkan komposisi musik yang lebih lambat, lembut, gaya yang emosional, menggabungkan sound emocore dari Rites of Spring dan inovasi musik Post Hardcore ala Fugazi.
Range musik ini pun makin luas seiring dengan suksesnya band-band macam At The Drive In, Jimmy Eat World, The Get Up Kids dan Thursday. Media mainstream pun makin tertarik untuk membahasnya dan hal ini pulalah yang membuat musik emo semakin pop (baca:populer).
The Used, Finch, Story of the Year, Funeral for a friend, sampai band emo akustik macam Dashboard Confessional dan Bright Eyes yang santer terdengar saat ini jelas menjadi suatu contoh yang signifikan dimana musik emo menjadi lebih pop.
Lebih gilanya lagi, saat pionir-pionir lama band Emo angkat bicara. Mereka menyatakan bahwa kebanyakan band-band yang terlanjur dan mencap dirinya sebagai band emo tidak mempunyai ciri khas sebagai band emo. Nah lho! Tapi yang jelas sih walaupun band-band tersebut dibilang bukan sebagai bagian musik emo oleh para pencetusnya. Tapi tetep aja mereka disebut sebagai band emo oleh para fans, terutama oleh media-media mainstream yang ada.
Yang jelas fenomena genre Emo ini akan terus berkembang seiring terus berjalannya tingkatan depresi yang ada. Sebab pada dasarnya semua musik yang ada selalu mengalami perkembangan, dan sebisa mungkin menghindari stagnansi. Apalagi karena para artisnya selalu ingin mendobrak batasan-batasan yang ada, they always striving to be different, striving to be original. Dan tidak ada seorang true musician yang ingin “ put in a box” mereka selalu ingin “out of the box”.
Itulah sebabnya banyak juga band-band yang menolak terjebak di dalam stereotip “emo”, mereka menolak untuk di”label-kan”sebagai sebuah band emo, contohnya band-band seperti Jimmy Eat World dan At the Drive In (bubar).
Diposting oleh
Moh. Jazuli
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum
|